Anak kembar yang terlahir normal akan memiliki dua tubuh dengan masing-masing organ. Tapi sepasang anak kembar siam yang luar biasa asal Vancouver, Kanda, harus berbagi satu otak untuk dapat melihat dunia.

Tatiana dan Krista Hogan adalah kembar siam yang unik, kedua balita ini harus berbagi satu otak dan dapat tetap tumbuh hingga berusia tiga tahun.

Kembar siam yang Tatiana dan Krista alami begitu rumit, sehingga tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Meskipun punya satu otak, keluarga mengatakan bahwa balita kembar siam tersebut memiliki kemampuan khusus yaitu koneksi neurologis (saraf). Hal ini membuatnya dapat melihat melalui mata masing-masing.

Walaupun ini bukanlah kondisi yang normal dan tidak biasa, kedua balita usia tiga tahun ini selalu dikelilingi dengan kebahagiaan. Dan meskipun Tatiana dan Krista bergerak bersama, balita-balita tersebut tidaklah selalu sependapat dengan jalan yang akan dilalui, dan ini sering menjadi masalah.

Kasus kembar siam yang luar biasa ini cukup mencengangkan bagi dunia kedokteran. “Menurut data, balita kembar ini adalah satu-satunya yang memiliki koneksi neurologis umum,” ujar Dr Doug Cochrane, seorang ahli saraf pediatrik kembar, seperti dilansir dari Dailymail, Sabtu (19/6/2010).

Dr Cochrane mengungkap, thalami (bagian dari garis tengah struktur simetris dalam otak) pada kedua balita tersebut saling terhubung lewat sebuah koneksi saraf yang disebut thalamus, sehingga tidak mungkin dipisahkan.

Adanya jembatan dari jaringan neural, benar-benar membuat kembar siam ini begitu unik. Felicia Hogan, ibu si balita kembar percaya bahwa koneksi saraf tersebut memberinya anak kembar yang menakjubkan.

Tatiana, yang lebih kecil dari keduanya, memiliki hati yang lebih besar dan sebenarnya memompa banyak darah Krista ke otaknya.

“Mereka berbagi banyak hal yang tidak mungkin dilakukan oleh anak kembar normal. Mereka memiliki kemampuan khusus untuk melihat satu sama lain, melihat hal yang sama dimanapun dan kapanpun melalui mata masing-masing,” jelas Felicia.