Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo

Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengatakan, kerusuhan yang terjadi di Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, Minggu (30/5/2010) malam lalu, adalah perseteruan antar-individu. Karena itu, dirinya sangat menyesalkan perseteruan ini berujung pada kerusuhan antar-etnis.

“Kejadian di Kosambi itu adalah kejadian kasus individu. Bukan kasus yang timbul antar-kelompok etnis satu dengan kelompok etnis lain,” tuturnya di sela pembukaan Musrenbangda di Balai Kota, Rabu (2/6/2010).

Menurutnya, keragaman etnis di Jakarta merupakan aset dan kekayaannya sebagai ibu kota negara. Tak ada etnis yang tidak terwakili di Jakarta. Sifatnya heterogen. Karena itu, interaksi yang dibangun pun harus dibangun dalam komunikasi yang terbuka. Sebagai otoritas kota, Fauzi pun mengimbau agar keragaman etnis tidak mudah dijadikan penyebab perseteruan.

“Jangan terlalu mudah dipengaruhi oleh langkah-langkah emosional dari beberapa individu. Saya memang sangat menggarisbawahi perlu adanya komunikasi terbuka antar-etnis,” ujarnya.

Kerusuhan Duri Kosambi yang menelan satu orang korban tewas itu dipicu senggolan taksi dengan mobil pribadi di Jalan Ring Road Pondok Bambu, Jakarta Barat, Minggu petang. Perseteruan akhirnya berkembang ke arah kerusuhan antar-kelompok warga dan pembakaran lapak.