RUMGAPRES/ANUNG
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyalami Agus Martowardojo (kanan) usai melantik dan mengambil sumpah sebagai Menteri Keuangan baru menggantikan Sri Mulyani Indrawati di Istana Negara, Kamis (20/5/2010). Agus sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama Bank Mandiri menggantikan Sri Mulyani yang menanggalkan jabatannya dan bertolak ke Washington DC untuk jabatan baru sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia.

ā€” Agenda Menteri Keuangan Agus Martowardojo dinilai belum terintegrasi dengan visi dan misi pemerintahan karena belum jelas menjabarkan target empat pro yang dikonsepkan pemerintahan SBY-Boediono, yaitu pro-poor, pro-jobs, pro-growth, dan pro-green. Seharusnya, agenda ini sudah termuat dalam nota keuangan dan rencana APBN 2011 yang sedang dalam pembahasan.

“Apakah Pak Agus dalam model korporat ada target sebagai indikator kinerja, itu sampai hari ini, (berdasarkan) nota keuangan lalu, belum. Baru di draf baru ada target pemberantasan kemiskinan dan lapangan kerja sebagai target. Namun, (hal itu) belum dirinci. Kalau bisa, (target tersebut) keluar dan diimplementasikan dalam kegiatan sehingga bisa tercapai,” kata Nina Sapti, ekonom dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI) dalam diskusi Chat After Lunch di FX Plaza, Jakarta, Selasa (1/6/2010).

Pada tahun 2009, agenda empat pro itu menurutnya juga hanya baru dimuat di dalam rencana kerja pemerintah (RKP). Tugas kedua yang harus dikerjakan Menkeu adalah mencari sumber dana pembiayaan dan melakukan reformasi birokrasi.

“Reformasi birokrasi bukan sekadar menaikkan gaji, melainkan juga bagaimana karena, kinerja membaik, maka ada insentif. Saya kira Pak Agus yang dari sektor swasta mengerti bagaimana meningkatkan sales lalu ada insentif. Desain reformasi ekonomi kita harus dikaitkan dengan kinerja,” ungkapnya.

Nina menambahkan, target waktu reformasi birokrasi pada tahun 2012 hendaknya tidak menjadi tujuan akhir. Namun, hal itu harus merujuk pada kinerja yang diharapkan dapat tercapai. “Akibatnya, kalau enggak selesai, hanya meningkatkan pengeluaran,” tandas Nina.

<!–/ halaman berikutnya–>