MAKASSAR, MAUSUKSESCEPATKAYA.WORDPRESS.COM – Pengendara sepeda motor di Kota Makassar dan sekitarnya menolak rencana penghapusan subsidi BBM, khususnya premium, karena dinilai membebani masyarakat menengah ke bawah.

“Kami yang belum mampu membeli mobil, seharusnya tidak dibebani dengan penghapusan subsidi BBM dan tidak boleh disamaratakan dengan pemilik kendaraan roda empat pribadi yang rata-rata orang mampu,” kata salah seorang pengendara sepeda motor Gassing Daeng Beta di Makassar, Senin (31/5/2010).

Dia mengatakan, apabila penghapusan subsidi BBM premium diberlakukan sama antara pemilik kendaraan roda dua dan empat, itu berarti pemerintah tidak memperhatikan kondisi masyarakat kurang mampu.

Alasannya, kendaraan roda dua yang biasanya juga menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat ekonomi lemah dengan berjualan sayur-mayur atau ojek motor, apabila harga bensin dinaikkan setelah mencabutan subsidi, tentu biaya operasional kendaraan roda dua akan semakin meningkat.

Hal senada dikemukakan Salma Ruslan dari Lembaga Studi Kebijakan Publik atau LSKP Makassar.

Menurut dia, pemerintah harus mengkaji lebih jauh jika akan menerapkan suatu kebijakan.

“Ini juga harus dipertimbangkan dari segi hak konsumen, termasuk pengguna BBM kelas menengah ke bawah. Karena itu, pemerintah harus mempertimbangkan dampaknya terhadap masyarakat,” katanya.

Salah seorang dealer motor di Makassar, Gunadi mengatakan, produk yang dikeluarkan perusahaan kini lebih efisien dibandingkan keluaran produk tahun 1980-an. Hal itu untuk mendukung program ramah lingkungan dan membantu pemerintah menekan konsumsi BBM.

Sebagai gambaran, motor produk 2010 dengan satu liter bensin dapat menempuh jarak sekitar 73 kilometer, sedangkan motor produk 1980-an untuk satu liter bensin hanya mampu menempuh jarak sekitar 45 km.