M Yasir – 5: Performa buruk diperlihatkan kiper Persija ini. Gagal membendung tendangan penalti Njanka yang sebetulnya sangat lemah.

Leo Saputra – 4,5: Diharapkan mampu menutup pergerakan M Fakhrudin, namun tidak berjalan dengan baik.

Abanda Herman – 3: Sempat membuat pertahanan Arema kelabakan. Namun sikap tidak terpujinya terhadap wasit membuat dia harus meninggalkan lapangan. Akibatnya, Persija menjadi bulan-bulanan.

Pepe Abdoe Toure – 5: Kerja sama dengan pemain belakang lainnya tidak sesuai dengan harapan, dan mudah ditembus pemain depan Arema.

Baihakki Khaizan – 4,5: Sering melakukan blunder. Beberapa kali aksinya membahayakan pertahanan Persija akibat sering kehilangan bola.

Mustafic Fahrudin – 5: Diharapkan mampu mengimbangi sektor tengah Arema, namun beberapa kali bingung menentukan posisi.// <![CDATA[// <![CDATA[
if (!ord) var ord = Math.round(Math.random() * 100000000);
dblClickIndex++;
document.write('’);document.write(”);document.write(”);document.write(‘‘);
// ]]>&amp;lt;script type=”text/javascript” src=”http://ad.doubleclick.net/adj/gna.id/level2;tile=3;sz=160×600;ord=899073?area=2l&amp;amp;pos=2&amp;amp;”&amp;gt;&amp;lt;/script&amp;gt;

Emalue Serge – 5,5: Lebih banyak berlari di lapangan tanpa mampu memberikan ancaman berarti ke pertahanan lawan.

Firman Utina – 6: Bekerja sendirian tanpa mendapat dukungan dari rekannya di lini tengah. Akibatnya tidak bisa tampil maksimal.

Agus Indra – 5,5: Beberapa kali kehilangan posisi dan bola, sehingga kesulitan mengimbangi pergerakan Chmelo.

TA Musyafry – 6: Pergerakan tanpa bolanya yang didukung dengan kecepatan membuat pemain Arema sedikit kerepotan menghentikan pemain ini. Tak pernah mendapatkan bola bagus.

Bambang Pamungkas – 6: Pencetak satu-satunya gol Persija. Minimnya kontribusi dari lini kedua membuat Bepe harus turun ke bawah menjemput bola.

Pemain Pengganti

Leonard Tupamahu – 4: Masuk menggantikan Agus Indra dengan harapan bisa memperkuat barisan pertahanan. Namun menjadi penyebab terjadinya dua gol Arema.

Erik Setiawan – 4,5: Diharapkan bisa menutup kelemahan di sektor kiri Persija. Tapi tetap masih bisa ditembus pemain Arema.

AREMA

Iswan Karim – 7: Tampil tidak mengecewakan menggantikan Kurnia Meiga akumulasi kartu. Beberapa kali mampu memotong umpan pemain Persija.

Zulkifli – 7: Membuat serangan Persija di sektor kiri menjadi tidak berguna. Lugas dalam menghentikan laju pemain Persija.

Pierre Njanka – 7,5: Mencetak satu gol melalui tendangan penalti. Membuat barisan depan Persija tidak bisa berkutik.

Purwaka Yudhi – 7:
Kerja sama dengan Njanka nyaris berjalan sempurna. Sekali kecolongan ketika Bambang lepas dari jebakan off-side.

Benny Wahyudi – 6,5: Tidak terlalu bekerja keras akibat matinya serangan Persija di sektor kanan pertahanan Arema.

Esteban Guillen – 7: Menjadi pencetak gol pembuka kemenangan Arema. Mampu menjadi penyeimbang di barisan tengah.

Akhmad Bastomi – 7: Mobilitasnya di barisan tengah membuat gelandang Persija harus bekerja keras mematikan serangan Arema.

M Ridhuan – 7: Beberapa kali berhasil masuk ke sektor pertahanan Persija, dan menciptakan peluang yang berbahaya.

Roman Chmelo – 8: Pencetak dua gol bagi Arema. Mengkoordinir lini tengah dengan baik, sehingga mampu mendominasi permainan, terutama di babak kedua.

M Fakhrudin – 7: Tampil konsisten sepanjang pertandingan. Sempat menghilangkan peluang, karena terlambat menyambut umpan Noh Alam.

Noh Alam Shah – 8: Performa terbaik diperlihatkan Noh Alam Shah. Selain mencetak satu gol, dia juga menjadi penyebab Arema mendapatkan gol pertama dari tendangan bebas setelah dilanggar M Yasir sedikit di luar kotak penalti.

Pemain Pengganti

Irfan Raditya – 7: Masuk menggantikan Purwaka Yudhi di babak kedua. Penampilan pemain muda ini tidak mengecewakan, dan menyatu dengan tembok pertahanan lainnya.

Dendi Santoso – 6,5: Memberikan warna permainan tersendiri bagi Arena ketika masuk menggantikan M Fakhrudin.