Cerita seram saat ini beredar di Gang Sakiran, Kel Gaharu, Medan Timur. Cerita ini dimulai tepat 30 hari tewasnya Adetiya Hapsari (14). Arwah gadis cantik yang diduga dibunuh ayahnya ini juga beberapa kali muncul tiba-tiba di hadapan teman-temannya bertelajang bulat.
Adetiya Hapsari tewas di rumahnya Gg Gaharu, Selasa (16/3) silam. Saat dimandikan, sejumlah kejanggalan ditemukan di beberapa bagian tubuhnya. Di bahu kanan dan kiri Aditiya terdapat luka lebam seperti dipukul benda tumpul. Begitu juga di pinggang Aditiya terdapat luka lebam. Yang paling parah, telinga dan hidungnya mengeluarkan darah.
Ratusan warga Gg Sakiran pun heboh. Mereka tak mempercayai jika gadis cantik yang suka bergaul itu tewas jatuh seperti yang dikatakan ayahnya, Rizal Saragih (39). Rizal mengaku anak pertamanya itu tewas karena menabrak rak buku lalu terbanting ke lantai.
“Aku langsung memanggil becak dan melarikannya ke IGD RSU Pirngadi Medan. Tapi belum sampai 15 menit di IGD, tepatnya pukul 18.30, Aditiya meninggal dunia lalu dibawa ke rumah,” begitu kata Rizal yang sekarang telah kabur dari rumahnya sejak kematian putrinya itu. Tapi warga tak memercayai ucapan Rizal. Warga berkeyakinan anak pertama dari tiga bersaudara ini tewas dipukuli ayahnya.
Buktinya, mayoritas tetangga Aditiya yang meminta namanya dirahasiakan sangat sering melihat Rizal memukuli anaknya pakai benda tumpul, seperti kayu dan broti. “Biadap itu bapaknya. Masak mukul anak sendiri pakai kayu. Pokoknya ngerilah. Makanya kadang Aditiya itu tidur di rumah tetangga. Di sini kan banyak anak-anak kos, kadang dia numpang tidur di rumah-rumah anak-anak kos di lingkungan sini,” ujar seorang ibu paruh baya, yang tidak jauh dari rumah Aditiya.
Aditiya Hapsari dikenal periang. Gadis manis kelas 2 SMP di yayasan Terimakasih, berkulit kuning langsat ini juga terbilang gadis yang cantik di lingkungannya. Banyak yang sayang kepada Aditiya karena selalu sopan dalam bertutur kata. Namun sejak kematiannya yang penuh curiga itu, warga Gang Sakiran sering melihat hal-hal gaib.
Mayang (14), teman dekat almarhumah yang juga tinggal di Gang Sakiran mengaku melihat arwah Ade (sapaan akrab korban) di depan rumahnya. Arwah Ade telanjang bulat. Kata Mayang yang duduk di kelas II SMP Yayasan Puti, Jl Sutomo Ujung ini, arwah Aditiya dilihatnya sekira pukul 11 malam. Saat itu, kata Mayang, dia sedang menonton TV di ruangan tamu.
Lalu, Mayang mendengar suara tangisan dari arah depan pintu rumahnya. Tapi remaja berambut pendek itu tak menghiraukan. Tapi karena merasa aneh, Mayang membuka pintu rumah. Dan, matanya terperangah. Dilihatnya arwah Aditiya berdiri tanpa sehelai benang. Arwah itu dilihatnya sekitar 5 detik, yang kemudian menghilang bagai ditelan bumi.

Setelah melihat arwah Aditiya, esok harinya Mayang bermimpi sedang bermain-main dengan Aditiya. Namun, kata Mayang, Aditiya tak bicara sepatakata pun, melainkan hanya tertawa. Penampakan itu juga disebutkan beberapa warga lain